Jumat, 15 Februari 2013

Tugas Telematika

Nama : Nurmala Sari
NPM : 12109755
Kelas 4KA04


Berikut Link Video Telematika Kami http://www.youtube.com/watch?v=O5zfAa_IAcg&feature=youtu.be




Universitas Gunadarma
2013

Selasa, 22 Januari 2013

Tools IT Audit


Tools IT Audit

Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
 
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi :

1.        ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
2.      Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
·         Menganalisis data keuangan, data karyawan,
·         Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam database, dan
·         Mengimport email ke dalam relasional dan berbasis teks database
3.       Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
4.      Nipper 
Nipper  (Jaringan Infrastruktur Parser) merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit, mem-benchmark konfigurasi sebuah router dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
5.       Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan.
6.      Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool.
7.       NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan.
8.      Wireshark
Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling banyak digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Sumber :


Nama : Nurmala Sari
NPM :12109755
Kelas :4KA04

COBIT


COBIT yaitu Control Objectives for Information and Related Technology yang merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA), dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
  1. Business information requirements, terdiri dari : Information : effectiveness(efektif), efficiency (efisien), (keyakinan), integrity (integritas), availability(tersedia), (pemenuhan), reliability (dipercaya). 
  2. Confidentiality compliance  
  3. Information Technology Resource, terdiri dari : People, applications, technology, facilities, data. 
  4. High – Level IT Processes.

COBIT didasari oleh analisis dan harmonisasi dari standar teknologi informasi dan best practices yang ada, serta sesuai dengan prinsip governance yang diterima secara umum. COBIT berada pada level atas yang dikendalikan oleh kebutuhan bisnis, yang mencakupi seluruh aktifitas teknologi informasi, dan mengutamakan pada apa yang seharusnya dicapai dari pada bagaimana untuk mencapai tatakelola, manajemen dan kontrol yang efektif. COBIT Framework bergerak sebagai integrator dari praktik IT governance dan juga yang dipertimbangkan kepada petinggi manajemen atau manager; manajemen teknologi informasi dan bisnis; para ahli governance, asuransi dan keamanan; dan juga para ahli auditor teknologi informasi dan kontrol. COBITFramework dibentuk agar dapat berjalan berdampingan dengan standar dan best practices yang lainnya.

Implementasi dari best practices harus konsisten dengan tatakelola dan kerangka kontrol Perusahaan, tepat dengan organisasi, dan terintegrasi dengan metode lain yang digunakan. Standar dan best practices bukan merupakan solusi yang selalu berhasil dan efektifitasnya tergantung dari bagaimana mereka diimplementasikan dan tetap diperbaharui. Best practices biasanya lebih berguna jika diterapkan sebagai kumpulan pinsip dan sebagai permulaan (starting point) dalam menentukan prosedur. Untuk mencapai keselarasan dari best practices terhadap kebutuhan bisnis, sangat disarankan agar menggunakan COBIT pada tingkatan teratas (highest level), menyediakan kontrol framework berdasarkan model proses teknologi informasi yang seharusnya cocok untuk perusahaan  secara umum.

COBIT FRAMEWORK
Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan), yakni :
a.    Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition &implementation, delivery & support, dan monitoring.
b.    Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives)untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atausaran perbaikan.


c.    Management Guidelines
Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan lain-lain.
d.    Maturity Models
Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).

Sumber : http://dosenindonesia.wordpress.com/tag/cobit/

Nama : Nurmala Sari
NPM : 12109755
Kelas :4KA04

Senin, 19 November 2012

Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb.


                Aset : Perlindungan aset merupakan hal yang penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan komputer. Contohnya: ketika mendesain sebauah website e-commerce yang perlu dipikirkan adalah keamanan konsumen. Konsumen merupakan aset yang penting, seperti pengamanan naman alamat ataupun nomor kartu kredit.

Analisi Resiko : adalah tentang identifikasi akan resiko yang mungkin terjadi, sebuah even yang potensial yang bisa mengakibatkan suatu sistem dirugikan.

Perlindungan : Kita dapat melindungi jaringan internet dengan pengaturan Internet Firewall yaitu suatu akses yang mengendalikan jaringan internet dan menempatkan web dan FTP server pada suatu server yang sudah dilindungi oleh firewall.

Alat : alat atau tool yang digunakan pada suatu komputer merupakan peran penting dalam hal keamanan karena tool yang digunakan harus benar-benar aman.

Prioritas : Jika keamanan jaringan merupakan suatu prioritas, maka suatu organisasi harus membayar harga baik dari segi material maupun non material. Suatu jaringan komputer pada tahap awal harus diamankan dengan firewall atau lainnya yang mendukung suatu sistem keamanan.

Nurmala Sari
12109755

keamanan sistem informasi


Informasi perlu dilindungi keamanannya
Informasi adalah salah satu aset bagi sebuah perusahaan atau organisasi, yang sebagaimana aset lainnya memiliki nilai tertentu bagi perusahaan atau organisasi tersebut sehingga harus dilindungi, untuk menjamin kelangsungan perusahaan atau organisasi, meminimalisir kerusakan karena kebocoran sistem keamanan informasi, mempercepat kembalinya investasi dan memperluas peluang usaha. Strategi keamanan informasi memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing ke-khusus-annya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
·         Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
·         Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi.
·         Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
·         Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
·         Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.


Nurmala Sari
12109755

SPK

SPK Vclass Nurmala Sari 
http://www.scribd.com/doc/113788960

Senin, 12 November 2012

PreTest(Audit Sistem Informasi)


Perkembangan teknologi informasi, perangkat lunak, sistem jaringan dan komunikasi dan otomatisasi dalam pengolahan data berdampak perkembangan terhadap pendekatan audit yang dilakukan, tiga pendekatan yang dilakukan oleh auditor dalam memeriksa laporan keuangan klien yang telah mempergunakan Sistem Informasi Akuntansi yaitu (Watne, 1990) :
1. Auditing Around The Computer. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mula-mula ditempuh oleh auditor. Dengan pendekatan ini komputer yang digunakan oleh perusahaan diperlakukan sebagai Black Box. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah bila sampel output dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini, auditor melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.
2. Auditing With The Computer. Pendekatan ini digunakan untuk mengotomatisati banyak kegiatan audit. Auditor memanfaatkan komputer sebagai alat bantu dalam melakukan penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Pendekatan ini menggunakan perangkat lunak Generalized Audit Software, yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien.
3. Auditing Through The Computer. Pendekatan ini lebih menekankan pada langkah pemrosesan serta pengendalian program yang dilakukan oleh sistem komputer. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika program pemrosesan dirancang dengan baik dan memiliki aspek pengendalian yang memadai, maka kesalahan dan penyimpangan kemungkinan besar tidak terjadi.pendekatan ini biasanya diterapkan pada sistem pengolahan data on-line yang tidak memberikan jejak audit yang memadai.
Definisi Audit
Menurut Mulyadi :
“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.
Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
1. Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut,
2. Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor,
3. Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit,
4. Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.
Jenis-jenis Auditor
Auditor biasanya diklasifikasikan dalam dua kategori berdasarkan siapa yang mempekerjakan mereka, yaitu : Auditor eksternal, dan auditor internal,
1. Auditor eksternal. Audit eksternal merupakan pihak luar yang bukan merupakan karyawan perusahaan, berkedudukan independen dan tidak memihak baik terhadap auditeenya maupun terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan auditeenya (pengguna laporan keuangan). Auditor eksternal dapat melakukan setiap jenis audit.
2. Auditor Internal. Auditor internal adalah pegawai dari perusahaan yang diaudit, auditor ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen dalam lingkungan perusahaan sebagai suatu bentuk jasa bagi perusahaaan.. Fungsi dasar dari Internal Audit adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi, dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan, serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan.


Nurmala Sari
12109755
4KA04

PostTest(Tiga Aspek Kata Kunci Pada Definisi Kontrol )


“Pengendalian (control) adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mencegah (prevents),
mendeteksi (detects), atau mengkoreksi kebenaran (keabsahan) suatu peristiwa / kegiatan
sesuai dengan aturan / hukum”.
Tiga aspek kata kunci definisi kontrol, yaitu :
1. Pengendalian adalah sebuah sistem (a control is a system)
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang
berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan (unlawful events)
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak
akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif
(ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau
mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum
(unlawful events).
Beberapa contoh dapat dipertimbangkan :
a. Pemeriksaan Pencegahan (Preventive control)
Instruksi yang ditempatkan pada dokumen dasar (sumber) untuk mencegah
kemungkinan petugas salah dalam mengisi dokumen (out incorrectly).
b. Pemeriksaan Detektif / pengintaian (Detective control)
Program dapat mengidentifikasi kesalahan pemasukan data ke dalam sistem melalui
terminal (alat masukan).
AKS Bab III Hal : 2
c. Pemeriksaan Koreksi (Corrective control)
Program menggunakan kode khusus yang memungkinkan sistem dapat mengkoreksi
kesalahan data akibat gangguan (noise) komunikasi.



Nurmala Sari 
12109755
4KA04

Rabu, 20 Juni 2012

abstraksi


ABSTRAKSI


Nurmala Sari. 12109755
Aplikasi Administrasi Pelayanan Jasa dan Penjualan Pada Salon Beauty Dengan Menggunakan Visual Basic. NET dan MySQL.

TI.Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.Universitas Gunadarma.
Kata Kunci: Aplikasi. Penjualan . Salon. Mysql. Visual Basic.Net.
(…+ …+ Lampiran)

Penulisan ilmiah ini merupakan penerapan bahasa pemrograman Visual Basic.Net dan MySql dalam membuat suatu aplikasi administrasi pelayanan jasa dan penjualan pada salon. Program aplikasi yang berjudul Aplikasi Administrasi Pelayanan Jasa dan Penjualan Pada Salon Beauty Dengan Menggunakan Visual Basic. NET dan MySQL merupakan aplikasi yang bertujuan untuk membuat aplikasi berbasis komputer yang dapat membantu pemilik atau petugas salon Beauty dalam memproses administrasi pelayanan jasa serta penjualan produk spa pada salon Beauty.

Daftar Pustaka (2004-2012)

Minggu, 01 April 2012

Sahabat Sejati

    Aku adalah siswa SMA yang ceria dan ceroboh begitulah pendapat sahabat masa kecilku, amel. Pertemanan kami sudah lebih dari 12 tahun itu sebabnya amel mengerti sekali watakku selama ini. Pagi ini harusnya jadi pagi yang cerah untukku, tapi tidak untuk pagi ini karna hari ini ada jadwal pelajaran KIMIA yang sangat menakutkan bukan karna pelajarannya tetapi karna gurunya yang super duper menyeramkan.
     Tetapi hal itu tidak berlaku untuk sahabatku "amel" mungkin karna dia anak emas di kelas KIMIA, begitulah penghargaan yang diberikan oleh teman-teman kelasku. Suasana mencekam mulai terjadi, hening dan suram berada didalam kelas. Jantung mulai berdetak keras padahal bu Betris baru saja duduk di singgah sananya. Tetapi sekali lagi tidak berlaku pada amel, sungguh menakjubkan. Aku melihat jam masih berada di pukul 7 tepat dan aku rasa jam pun akan mati berdetak, karna waktu pun tidak akan berguna untuk guruku yang satu ini. "tenang lil, jangan tegang gtu dong!!bu betris baik ko..". "lil" adalah panggilan imut ku. Mendengar ucapan amel seketika aku merasa ada 2 kubu yang berlawanan, mendengar kata "tenang" mungkin itu adalah hal yang akan aku lakukan tetapi mendengar ucapan "ibu betris baik!!" itu sama sekali tidak sesuai dengan karakter wajahnya.
       3 jam berlalu dengan lambatnya, bu betris pun keluar kelas dengan auranya yang mendung. Aku pun seketika memeluk sahabatku karna selama pelajaran dia yang selalu membantuku menjawab soal-soal yang sebenarnya mudah tetapi terasa sulit ketika menatap wajah bu betris, sungguh ironis. "lil, ayo ke kantin.laper nih.". aku pun segera melupakan mimpi burukku ini dengan segera menyambar tangan amel untuk pergi mengisi perut yang terasa sangat butuh sesuap nasi.

Sabtu, 03 Maret 2012

Logika

Logika adalah suatu metode atau tekhnik diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran . Bentuk-bentuk pemikiran ialah pengertian atau konsep ( coceptus,concept),proposisi atau pernyataan, dan penalaran. Tidak ada proposisi tanpa pengertian dan tidak ada penalaran tanpa proposisi.
pengertian atau lazim disebut konsep ialah hasil obsensasi indera terhadap obyek yang diolah oleh otak. oleh sebab itu penngertian disebut pengalaman atau data empirik yang disimpan oleh otak. karena pengalaman disimpan oleh otak maka pengertian disebut data physikologi. Pengertian adalah bahan baku untuk berpikir lebih lanjut. 
Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu, yang kemudian disebut logica scientica. Aristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah arkhealam semesta dengan alasan bahwa air adalah jiwa segala sesuatu.
Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif—kadang disebut logika deduktif—adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.


Kegunaan logika ialah :

  1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
  2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
  3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
  4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
  5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan, serta kesesatan.
  6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
  7. Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )
  8. Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang.



sumber: 
 Pengantar Logika. Asas-asas penalaran sistematis. Oleh Jan Hendrik Rapar. Penerbit Kanisius. 
Logika Selayang Pandang. Oleh Alex Lanur OFM. Penerbit Kanisius 1983
filsafat ilmu .oleh Dr. Darsono Prawironegoro,SE,SF,MA,MM.

Nama : Nurmala Sari
Kelas: 3KA04
NPM : 12109755

Minggu, 01 Januari 2012

Demam Korea Melanda Indonesia

Sejak drama Korea rajin menjumpai pemirsa Indonesia melalui layar televisi, perlahan namun pasti remaja Indonesia mulai terkena virus Korea. Drama-drama Korea memang sangat romantis, ditambah dengan setting yang luar biasa indah dan disempurnakan dengan wajah pemainnya yang cantik dan tampan. Lengkaplah sudah virus itu membuat remaja demam. Tergila-gila dengan Korea.
Insan persinetronan Indonesia menangkap peluang tersebut dengan memproduksi sinetron senafas dengan drama Korea. Sebagian secara jujur mengatakan mengadaptasi drama Korea, sebagian dengan tidak tahu malu menjiplak jalan cerita namun tidak mengaku. Mirisnya, produksi anak negeri tersebut selalu saja tidak lebih baik dari pendahulunya. Cerita akan semakin dipanjangkan jika memiliki rating tinggi.

Kini, keranjingan Korea semakin menggurita. Beberapa tahun ini boy band maupun girl band Korea mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, terutama para remaja. Jika bicara jujur, kemampuan mereka tidak lebih baik dari penyanyi milik kita sendiri. Dan lagi-lagi, Indonesia tidak ingin ketinggalan. Boy band dan girl band bermunculan bak jamur di musim hujan. Tidak tanggung-tanggung, mereka tidak hanya meniru nama dan jumlah personelnya namun juga mengikuti dandanan dan gaya orang Korea. 

Demam Korea pada Industri Buku

Setelah demam Korea berhasil menjangkiti industri hiburan, seperti film dan musik, belakangan demam itu sudah menjangkiti industri buku. Rak-rak pada toko buku dihiasi judul-judul beraroma Korea, tidak hanya fiksi remaja, namun juga ada buku panduan liburan ke Korea dan pengalaman seseorang selama tinggal di Korea. Baru-baru ini, sebuah penerbit besar di Indonesia telah menerjemahkan novel-novel Korea ke dalam bahasa Indonesia. Bahkan ada penerbit baru muncul dengan spesialisasi hanya menerbitkan buku berbau Korea. Artinya, buku-buku tersebut tulisan orang Indonesia, namun mengambil setting Korea ataupun menyelipkan dialog-dialog bahasa Korea di dalamnya. Bisa ditebak, buku-buku ini pun laris manis. Meski sebagian buku patut dipertanyakan kualitasnya. 

Hebat. Begitu dahsyat demam Korea ini menyerang kita.

Korea Ulet dan Kreatif

Meniru tidak selalu berarti buruk. Dalam beberapa hal ia akan bermetamorfosis menjadi sesuatu yang positif dalam diri, seperti timbulnya keinginan tampil lebih baik dari sebelumnya. Namun, meniru akan menjadi bumerang ketika kita hanya mencaploknya mentah-mentah. Sama sekali tidak ada usaha untuk penambahan, agar sesuatu yang kita tiru itu menjadi lebih baik di tangan kita. Terlalu sering mencaplok mentah-mentah, akan membuat daya kreatifitas tumpul.

Apa boleh buat, kita sudah terlalu sering meniru dari luar. Sehingga hal tersebut menjadi lumrah. Ditambah lagi selalu ada perasaan bangga ketika meniru mereka. Jika ini dibiarkan terlalu lama, bukan mustahil kita akan kehilangan jati diri sendiri. 

Orang Korea terkenal ulet dan kreatif. Drama-drama memikat yang mereka hasilkan tentu saja butuh proses panjang sebelum akhirnya menjumpai peminatnya di Indonesia melalui layar televisi. Pun demikian dengan boyband dan girlband, sebelum tampil di atas panggung dengan segala dandanan heboh dan unik seperti itu, mereka pasti berpeluh pikiran bagaimana caranya mencari inovasi baru.

Korea berhasil dengan kreatifitas dan keuletan mereka. Kita sebagai bangsa Indonesia, tidak salah berkiblat kesana. Hanya yang disayangkan, mengapa kita justru meniru hasil karyanya, mengapa kita tidak meniru keuletan dan kreatifitas mereka yang sangat tajam?

Sesungguhnya sumber daya di Indonesia tidak kalah dengan Korea. Kita punya sumber daya manusia yang handal, kita memiliki banyak musik dan busana etnik. Jika diolah dengan kreatifitas tinggi, pasti akan menghasilkan sesuatu yang bagus. Sehingga boyband dan boygirl milik kita tampil dengan ciri khas Indonesia. 

Mata kita sebagai penonton, sudah jenuh karena selama ini selalu dijejali dengan imitasi Korea. Sudah saatnya kita tampil dengan ciri sendiri, yang sangat meng-Indonesia. Bukan mimpi jika kita berharap, suatu hari nanti justru Korea yang mengadaptasi cipta karya kita. Itu bisa saja terjadi, asal kita mau mengasah kemampuan dan terus belajar. Belajarlah dari negara manapun, bukan berarti bawalah negara apapun ke dalam negeri ini.

Nama : Nurmala Sari
NPM : 12109755
Kelas : 3ka04

Kesehatan Lingkungan

Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat telah dipilih empat indikator, yaitu persentase keluarga yang memiliki akses air bersih, presentase rumah sehat, keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar, Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM) .

Beberapa upaya untuk memperkecil resiko turunnya kualitas lingkungan telah dilaksanakan oleh berbagai instansi terkait seperti pembangunan sarana sanitasi dasar, pemantauan dan penataan lingkungan, pengukuran dan pengendalian kualitas lingkungan.

Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, perumahan sehat yang biasanya ditangani secara lintas sektor. Sedangkan dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan kualitas air minum, pemantauan sanitasi rumah sakit, pembinaan dan pemantauan sanitasi tempat-tempat umum (Hotel, Terminal), tempat pengolahan makanan, tempat pengolahan pestisida dan sebagainya.

Didalam memantau pelaksanaan program kesehatan lingkungan dapat dilihat beberapa indikator kesehatan lingkungan sebagai berikut:
  1. Penggunaan Air Bersih
    Untuk tahun 2009 dari 134.660 KK  yang diperiksa ternyata yang memiliki akses air bersih telah mencapai 94,52 % dengan perincian sbb : sumur gali + 36,08 %, sumur pompa tangan + 29,16 % ledeng + 9,06 %, PAH 0,48 % ,kemasan 2,79 % dan lainnya + 22,74  %
  2. Rumah Sehat
    Bagi sebagian besar masyarakat, rumah merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.
    Sampai dengan tahun 2008 telah dilakukan inspeksi sanitasi (IS) di 47 wilayah Puskesmas di Kabupaten Tangerang, dari hasil inspeksi terhadap 201.021 rumah didapat 68,38 % dinyatakan sehat.
    Untuk tahun 2009, terjadi pemekaran wilayah dengan Kota Tangerang Selatan, dimana berimplikasi pada jumlah rumah yang diperiksa di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang. Dari hasil inspeksi terhadap 112.257 rumah didapat rumah yang dinyatakan sehat sebanyak 74.928 (66,75 %)
  3. Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi DasarKeluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih, kepemilikan jamban keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan kesehatan lingkungan.Dari hasil inspeksi sanitasi tahun 2009 terhadap 125.414 KK yang diperiksa, ternyata yang memiliki jamban yang memenuhi syarat adalah 72.480  KK . Untuk KK yang memiliki jamban sehat sebanyak 48.875 KK (67,43 %).  Untuk KK yang memiliki tempat sampah berdasarkan hasil inspeksi dari 124.414 KK yang diperiksa, KK yang memiliki tempat sampah adalah sebanyak 71.254 KK dimana yang termasuk dalam kriteria tempat sampah sehat adalah sebesar 43.781 KK (61,44 %).Untuk pengolahan air limbah,dari 125.414 KK yang diperiksa didapat 44.603 KK (65,81 %) yang memiliki pengolahan air limbah sehat.Hasil pendataan yang dilakukan oleh Petugas Sanitasi Puskesmas sampai tahun 2009 menunjukkan adanya penurunan, dapat dilihat pada grafik berikut :
Gambar III.17.
Kepemilikan sarana Sanitasi dasar dan Akses Air Bersih Kabupaten Tangerang Tahun 2009
Dari data diatas menunjukkan bahwqa tahun 2009 kepemilikan sarana sanitasi dasar, serta penggunaan dan akses air bersih di Kabupaten Tangerang terjadi penurunan dibandingkan tahun 2008, hal ini disebabkan terjadinya pemekaran wilayah di Kabupaten Tangerang dimana 10 Kecamatan menjadi Kota Tangerang
  1. Tempat Pengolahan Makanan (TPM)
    Upaya penyehatan makanan ditujukan untuk melindungi masyarakat dan konsumen terhadap penyakit-penyakit yang ditularkan melalui makanandan mencegah masyarakat dari keracunan makanan. Upaya tersebut meliputi orang yang menangani makanan,tempat pengolahan makanan dan proses pengolahan makanannya. Hasil pengawasan terhadap kualitas penyehatan tempat umum dan pengolahan makanan pada tahun 2009 menunjukkan hasil sebagai berikut :


    Hasil Pengawasan TUPM di Kabupaten Tangerang Tahun 2009



    Selain kegiatan diatas, juga dilakukan Sosialisasi Peraturan Daerah no 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) tentangTata Cara Memperoleh Sertifikasi Kursus TPM ,hak dan kewajiban TPM , sanksi yang berlaku bagi pelanggaran TPM serta perlindungan bagi masyarakat terhadap keamanan pangan. Kegiatan lainnya adalah melakukan koordinasi tentang keamanan pangan antar instansi terkait/terpadu yaitu dengan Dinas Perindustrian,Dinas Pendidikan,Departemen Agama,Dinas Ketahanan Pangan,Dinas Peternakan,Satpol PP dan PKK Kabupaten Tangerang.

Nama : Nurmala Sari
NPM : 12109755
Kelas : 3KA04